Showing posts with label Linux. Show all posts
Showing posts with label Linux. Show all posts

Wednesday, November 4, 2009

Mengatasi Masalah Visual Effect Pada VGA Intel Di Ubuntu 9.04

Salah satu bug dari Ubuntu 9.04 ini adalah tidak dapat mengenal langsung VGA intel, sehingga tidak dapat menggunakan visual effects pada ubuntu 9.04 ini. Tetapi tidak semua VGA intel yang tidak dapat terdeteksi oleh ubuntu 9.04 ini.

Kisah Yang saya alami sendiri:
Ketika saya memakai ubuntu 8.10, VGA saya langsung dapat terdeteksi oleh ubuntu 8.10, dan bisa langsung dapat menggunakan visual effects dan memakai effect compiz. sedangkan pada 9.04, laptop saya tidak dapat langsung mendeteksinya, sehingga saya tidak dapat menggunakan visual effects dan effect compiz.... wah hampa jadinya kalo ubuntu tidak ada visual effectnya... hehehe..... Akhirnya saya cari tau cara mengatasi ini dengan cari tutorial dan tanya-tanya temen... akhirnya membuahkan hasil.


Ciri-ciri jika VGA kita tidak dikenal oleh ubuntu 9.04 adalah ketika kita akan mengaktifkan visual effects dengan effect extra pada Appearance Preferences

maka akan mucul peringatan seperti dibawah ini.


Untuk mengatasi masalah itu, mari ikuti langkah-langkah dibawah ini:

     1. Jalankan terminal

     2. ketikkan perintah: sudo gedit /etc/X11/xorg.conf
     3. kemudian akan membuka file xorg.conf dengan gedit

     4. Pada Section "Device" tambahkan code berikut ini

     -------------- /etc/X11/xorg.conf ------------------


          Section "Device"
               Identifier "Configured Video Device"
               Option "AccelMethod" "uxa"
               Driver "intel"
               Option "AllowGLXWithComposite" "true"
               Option "AddARGBGLXVisuals" "true"
               Option "XAANoOffscreenPixmaps" "true"
               Option "VideoOverlay" "on"
               Option "EnablePageFlip" "true"
               Option "EnableDepthMoves" "true"
               Option "RenderAccel" "true"
               Option "DynamicClocks" "on"
               Option "DRI" "true"
          EndSection


     -------------- kemudian simpan ---------------------



     5. kemudian ketikkan lagi perintah: sudo gedit /usr/bin/compiz

     6. Berikan tanda # untuk menutup code pada:

     ---------------- /usr/bin/compiz -------------------

          #T="$T 8086:2a02 " # Intel GM965

     --------------- kemudian simpan --------------------


     7. Kemudian coba aktifkan Visual Effects Extra pada System - Preferences - Appearance

     8. Jika berhasil, anda sudah bisa menikmati effect visual dan effect compiz pada ubuntu 9.04



SELAMAT MENCOBA....... SEMOGA BERMANFAAT.......!!!!! (sumber)

DVD Repository Ubuntu 9.04

Telah dirilis sebuah produk baru POSS-UI, yaitu DVD Repository Ubuntu 9.04 (Jaunty Jackalope). Program pengembangan konten yang merupakan kegiatan rutin POSS-UI ini sudah berjalan selama 3 tahun dimulai dari Dapper Drake (6.06), Feisty Fawn (7.04), Gutsy Gibbon (7.10), Hardy Heron (8.04), Intrepid Ibex (8.10) dan terakhir ini adalah Jaunty Jackalope (9.04).
Kali ini giliran mahasiswa Magister Ilmu Komputer-UI, Tony Adhi Sabastian, telah berhasil menyusun DVD Repository dengan berbagai macam peningkatan kualitas seperti:
  • DVD Repo 1 bersifat bootable dan dapat digunakan untuk instalasi
  • Paket-paket yang sering diakses, dikumpulkan mulai dari DVD nomor 1, 2, dst
  • Paket-paket yang bersifat restricted dimasukkan didalam DVD nomor 1 karena akan sering digunakan pengguna dalam instalasi pertama, dimana diharapkan aplikasi-aplikasi seperti MP3 player, DVD player, Adobe Flash player (untuk memainkan Youtube) dapat langsung digunakan
Untuk mendapatkan DVD Repository tersebut, dapat diunduh di KAMBING ataupun pesan di swalayan Online POSS-UI (http://juragan.kambing.ui.edu/)
———————————————————————————————————————————
Menyusul dirilisnya Ubuntu 9.04 a.k.a Jaunty Jackalope, kini hadir Ubuntu 9.04 DVD Repository. Sama seperti rilis-rilis yang sebelumnya, DVD Repository ini dibuat berdasarkan repositori utama Ubuntu yang tentu saja dapat digunakan pada Ubuntu, Kubuntu, Edubuntu, Xubuntu, dan keluarga Ubuntu lainnya.
Total paket yang tersedia untuk rilis kali ini mencapai angka 24 GB. Sehingga dengan sangat terpaksa paket-paket tersebut terbagi ke dalam 6 keping media DVD. Berikut adalah pembagiannya:
* Disc 1: Alternate Installer + Main (bagian pertama), Restricted (bagian pertama)
* Disc 2: Main (bagian kedua), Restricted (bagian kedua), Multiverse
* Disc 3: Universe (bagian pertama)
* Disc 4: Universe (bagian kedua)
* Disc 5: Universe (bagian ketiga)
* Disc 6: Universe (bagian keempat)
Yak, Disc 1 dalam rilis kali ini sudah berisi Ubuntu 9.04 alternate installer. Dalam rilis kali ini, pengurutan paket berdasarkan popcon(Ubuntu Popularity Contest) masih menjadi bagian dari resep yang digunakan. Hal ini dilakukan karena kami masih beranggapan bahwa dengan membuat urutan seperti ini, diharapkan paket-paket yang saling berkaitan tidak terlalu tersebar acak dalam disc yang berbeda-beda sehingga kebutuhan meminta disc lain saat menginstal suatu paket dapat diperkecil.
Tanpa bicara panjang lebar lagi, image DVD repository 9.04 dapat langsung diunduh di ftp://kambing.ui.ac.id/pub/ubuntu-repository/jaunty/
Selamat menikmati! (sumber)

Menjalankan Aplikasi dan Game Windows Di Linux



Sudah lama juga ya tidak update blognya :) . Sebetulnya sudah banyak yang membahas ini, Bagaimana sih menjalankan aplikasi Windows di Linux? ini hanya sharing dari saya pribadi saja.
Disini saya tidak akan membahas teknisnya tapi hanya global saja. Memang banyak para pengguna linux pemula bertanya kepada saya bagaimana agar aplikasi yang berjalan di OS Windows dapat berjalan di linux terutama untuk aplikasi office dan game.
Di linux sebetulnya sudah banyak aplikasi dan game di OS Windows yang dapat dijalankan, namun tentunya dengan bantuan program pihak ketiga berupa emulator. Jadi program aplikasi atau game Windows tersebut akan di emulasikan agar dapat berjalan di linux.
Program emutor ini sangat berguna sekali terutama bagi yang ingin membuka warnet dengan biaya lebih murah. Dengan emulator ini maka kita dapat menghemat biaya licensi OS Windows.
“Wine”

Merupakan salah satu program emulator yang benar-benar gratis.., Emulator yang lain intinya mengambil dari source code milik Wine ini. Dengan wine sudah banyak aplikasi dan game yang berjalan di OS Windows yang dapat dijalankan di linux.
Wine sendiri memiliki beberapa tingkatan kompatibilitas program windows yang dijalankan. Ada Platinum, Gold, dan Silver. Tingkat kompatibilitas program milik OS Windows paling tinggi yang dapat berjalan di linux adalah Gold, lalu Platinum dan yang terakhir Silver. Jadi apabila kita ingin menjalankan aplikasi Windows di linux dengan wine maka perhatikan tingkat kompatibilitasnya.
Silahkan lihat disini : http://appdb.winehq.org/
Untuk pengguna Ubuntu bisa langsung menginstall wine ini dari synaptic maupun dari terminal :
$ sudo apt-get install wine
“Crossover Office”

Emulator yang intinya diambil dari wine dan kemudian dikembangkan secara khusus untuk memenuhi tingkat kompatibilitas yang tinggi untuk menjalankan aplikasi windows di linux. Dikhususkan untuk
menjalankan aplikasi-aplikasi populer di OS Windows seperti MS. Office, Photoshop, Macromedia, dll.
Tidak menutup kemungkinan juga untuk menjalankan game Windows, karena juga crossover for game. Untuk daftar program Windows yang di support lihat disini : http://www.codeweavers.com/compatibility/browse/cat
Aplikasi ini tidak gratis, kita harus mengeluarkan uang $40. Lumayan bagi yang ingin menghemat licensi untuk OS Windows namun tetap ingin memakai aplikasi yang berjalan di OS Windows.

“Cedega”


Emulator program Windows ini lebih dikhususkan untuk menjalankan game. Sudah banyak list game yang disupport oleh cedega ini. Dulunya lebih dikenal dengan WineX. Intinya tetap sama yaitu menggunakan engine dari wine.
Untuk melihat game apa saja yang sudah disupport silahkan lihat disini : http://www.cedega.com/gamesdb/certified/
Emulator cedega ini juga tidak gratis, kita harus meroogoh kocek sekitar $45. Cukup stabil untuk menjalankan game-game yang sudah disupport.
Ketiga emulator diatas jika akan digunakan untuk menjalankan game tentunya kita harus menggunakan chipset VGA yang memang sudah support 3D dilinux. Misal Nvidia, ATI, maupun Intel. Lebih bagus ya VGA yang dedicated memorinya.
Satu lagi, Kebutuhan hardware berbeda ketika menjalankan suatu aplikasi langsung di OS Windows dengan di Linux menggunakan emulator. Umumnya juka menggunakan emualtor dilinux maka membutuhkan sepsifikasi hardware yang lebih tinggi. Misal kita menjalankan suatu game windows hanya butuh 512MB RAM, namun jika kita menjalankannya di linux dengan emulator tadi maka bisa jadi kebutuhan RAM nya jadi 1GB.
Pesan saya adalah walaupun menggunakan emulator yang gratis namun tetaplah junjung tinggi hak cipta dari suatu software. Gunakanlah selalu software yang asli. Jangan menggunakan emulator tadi namun aplikasi atau game yang berjalan tetap ilegal.(sumber)

Linux Untuk Umat Manusia !

"Ubuntu" berasal dari bahasa kuno Afrika, yang berarti "rasa perikemanusian terhadap sesama manusia". Ubuntu juga bisa berarti "aku adalah aku karena keberadaan kita semua". Tujuan dari distribusi Linux Ubuntu adalah membawa semangat yang terkandung di dalam Ubuntu ke dalam dunia perangkat lunak.

Ubuntu adalah sistem operasi lengkap berbasis Linux, tersedia secara bebas dan mempunyai dukungan baik yang berasal dari komunitas maupun tenaga ahli profesional. Ubuntu sendiri dikembangkan oleh komunitas sukarelawan Ubuntu dan kami mengundang Anda untuk turut serta berpartisipasi mengembangkan Ubuntu!
Komunitas Ubuntu dibentuk berdasarkan gagasan yang terdapat di dalam filosofi Ubuntu: bahwa perangkat lunak harus tersedia dengan bebas biaya, bahwa aplikasi perangkat lunak tersebut harus dapat digunakan dalam bahasa lokal masing-masing dan untuk orang-orang yang mempunyai keterbatasan fisik, dan bahwa pengguna harus mempunyai kebebasan untuk mengubah perangkat lunak sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.
Perihal kebebasan inilah yang membuat Ubuntu berbeda dari perangkat lunak berpemilik (proprietary); bukan hanya peralatan yang Anda butuhkan tersedia secara bebas biaya, tetapi Anda juga mempunyai hak untuk memodifikasi perangkat lunak Anda sampai perangkat lunak tersebut bekerja sesuai dengan yang Anda inginkan.
Berikut ini adalah komitmen publik tim Ubuntu untuk para penggunanya:
  • Ubuntu akan selalu bebas dari biaya, maka dari itu tidak akan ada biaya tambahan untuk "edisi enterprise", kami akan membuat semua pekerjaan terbaik Ubuntu tersedia untuk semua orang dengan istilah Bebas yang sama.
  • Ubuntu juga menyediakan dukungan komersial dari ratusan perusahaan di seluruh dunia. Ubuntu dirilis secara tetap dan dapat Anda prediksikan; rilis Ubuntu terbaru tersedia setiap enam bulan. Setiap rilis akan didukung oleh Ubuntu dengan perbaikan pada keamanan dan perbaikan lainnya secara bebas selama sekurangnya 18 bulan.
  • Ubuntu akan menyertakan terjemahan dan prasarana aksesibilitas terbaik yang dimiliki oleh komunitas Perangkat Lunak Bebas, hal ini berguna untuk membuat Ubuntu dapat dipergunakan oleh banyak orang. Kami juga bekerja sama dengan seluruh komunitas Perangkat Lunak Bebas dalam hal perbaikan bug dan saling membagi kode.
  • Ubuntu berkomitmen secara penuh terhadap prinsip-prinsip dari pengembangan perangkat lunak bebas; untuk ini kami mendorong masyarakat untuk menggunakan perangkat lunak bebas dan open source, lalu memperbaikinya dan kemudian menyebarkannya kembali.
Ubuntu cocok digunakan baik untuk desktop maupun server. Ubuntu saat ini mendukung berbagai arsitektur komputer seperti PC (Intel x86), PC 64-bita (AMD64), PowerPC (Apple iBook dan Powerbook, G4 dan G5), Sun UltraSPARC dan T1 (Sun Fire T1000 dan T2000).
Ubuntu menyertakan lebih dari 16.000 buah perangkat lunak, dan untuk instalasi desktop dapat dilakukan dengan menggunakan satu CD saja. Ubuntu menyertakan semua aplikasi standar untuk desktop mulai dari pengolah kata, aplikasi lembar sebar (spreadsheet) hingga aplikasi untuk mengakses internet, perangkat lunak untuk server web, peralatan untuk bahasa pemrograman dan tentu saja beragam permainan.

Thursday, October 22, 2009

Kini Sudah Tersedia Driver USB 3.0 Untuk Linux

Kalau Anda sudah mendengar mengenai USB 3.0 sebelumnya, dan memang sudah bisa digunakan bagi mereka yang menggunakan Windows, lalu bagaimana nasibnya dengan pengguna komputer Linux, adakah kesempatan mencicipi superspeed dari USB 3.0 ini?
Ternyata hal tersebut kini sudah dapat terwujud, dengan kehadiran NEC USB 3.0 Controller bulan ini, dan akhirnya Sarah Sharp lah yang membuat driver khusus untuk pengguna Linux agar dapat juga menggunakan USB 3.0 ini. Sarah sendiri bekerja sama dengan Keve Gabbert yang merupakan salah seorang karyawan di Intel. Keve sendiri mencoba memastikan pemasaran USB 3.0 ini pada Linux seperti Ubuntu dan Red Hat sendiri dapat berjalan dengan baik. Nah, Anda ingin mencoba kecepatan dari USB 3.0 ini? Tunggu saja. sumber (dikytaruna)