Saturday, October 11, 2008

Adakah Linux lebih ramah lingkungan daripada Windows ?

Analis komputer sejak lama memprediksikan bahwa OS Linux memang bakal amat sulit untuk mendapat tempat pada komputer milik khalayak massal apalagi yang telah terbiasa bekerja dengan komputer berbasis Windows. Tak dapat dipungkiri bahwa OS Windows dengan segala fasilitas yang menawarkan kemudahan dalam bekerja : friendly user interfaces mencengkram amat kuat dominansi atas pasar sistem operasi komputer global yang menjadikannya amat populer dan dengan keunggulan dominansinya mendapatkan serangkaian efek ikutan keberuntungan tambahan dengan beragamnya aplikasi serta games yang dikembangkan pembuat piranti lunak yang kebanyakan berjalan berbasis OS Windows.
Namun kondisi terkini dengan perubahan paradigma menyikapi fenomena Perubahan Iklim Global serta semakin tumbuhnya kesadaran publik akan penghematan energi yang mau tidak mau juga mempengaruhi kesadaran tata cara praktek bekerja dengan komputer secara ramah lingkungan: “Green IT”. Dan terbuka peluang potensial bagi aplikasi Linux untuk dapat kembali berupaya meraih sejumlah pangsa pasar Windows.
Cobalah untuk berpikir tinggalkan “Windows comfort zone” dengan mengingat akan keuntungan yang bisa didapat yang diuraikan singkat di bawah ini. Ayo mulai mempraktekkan “Green IT” dan beralih menggunakan OS Linux !

Simaklah hasil kajian terkini biro riset independen Network World yang mengujicoba perbandingan kinerja kerja pada komputer/server yang diinstalasi OS Red Hat Enterprise Linux -vs- Window Server 2008. Hasilnya Red Hat Linux menggunakan 12% sumber daya listrik yang lebih irit energi dibanding perangkat komputer dengan OS Windows. Untuk lebih menyegarkan ingatan kembali agar dapat berpikir: “pro environmental friendly” pantas disimak pula hasil kajian Pemerintahan Inggris atas penggunaan piranti lunak yang dijalankan pada kantor-kantor bisnis dan Pemerintahan pada akhir tahun 2004 yl, mengungkap fakta bahwa penggunaan perangkat komputer yang bekerja dengan OS-Linux apabila dijalankan dengan konsisten akan mengurangi buangan sampah perangkat pc/elektronik : “e-waste” hingga senilai 50%!
Hal demikian terjadi berhubung umur masa operasional komputer dengan OS Windows lamanya rata-rata 3 hingga 4 tahun untuk kemudian menjadi usang : obsolete ! Sementara perangkat komputer dengan OS Linux dapat terpakai cukup lama sebelum perlukan penggantian, yakni 6 - 8 tahun. Di negeri Inggris saja sampah “e-waste” menumpuk hingga sejumlah -/+ 1,5 juta unit komputer per tahun demikian hasil kajian riset institusi WEEE: Waste Electrical & Electronic Equipment pada tahun 2006 yl.

Bagaimana pun dalam perkembangan dunia IT selama hampir 4-5 tahun berselang, yakni saat Windows resmi memperkenalkan Vista untuk menggantikan XP serta Office 2007 menggantikan versi sebelumnya, maka OS-Linux pun sesungguhnya telah berevolusi pesat melangkah maju untuk menjadi aplikasi yang kompetitif serta semakin dapat diandalkan. Aplikasi OS berbasis Linux untuk kalangan perkantoran: Novel SUSE Enterprise Desktop, RedHat Fedora Core 8, Ubuntu versi 8.04 terkini boleh dikata telah berubah bertampilan serba mudah dan memiliki tingkat realibilitas yang sungguh dapat diandalkan. Tidaklah mengherankan bahwa Ubuntu menjadi distro OS Linux paling popular saat ini, dan versi desktop Ubuntu-Linux sejak akhir tahun 2007 yl digunakan oleh Parlemen Perancis menggantikan OS Windows.
Untuk pengganti aplikasi Microsoft Office Suite 2007 pun telah tersedia versi OpenOffice yang ternyata cukup dapat bersaing. Dan berbagai kalangan analis IT telah lama maklum adanya bahwa browser IE-Explorer versi mutakhir pun masih cukup ketinggalan kecanggihan dan teknologi keamanan Internet, dibandingkan dengan browser gratisan Opera (terbaru beta 9.5) serta Firefox. Berbagai OS-Linux versi terkini pun terbukti telah semakin komplit dalam sisi pengenalan perangkat keras kelengkapan perangkat komputer : peripheral computers.
Dan jangan pula lupakan trend pada masa kini bahwa aplikasi pesaing Office ---model Google Docs, Adobe.com, dll--- yang kini beralih dari pc desk-top menjadi tersedia secara on-line di Internet diimbuhi dengan semakin meluasnya dukungan atas format ODF : Open Documen Format sebagai standard dokumen perkantoran global, maka mau tidak mau akan juga menggoyahkan dominansi penggunaan MS Office yang memang menjadi tambang emas bisnis Microsoft.

Kalangan Analis IT memang mewanti-wantikan bahwa migrasi aplikasi ke OS-Linux untuk kalangan pengguna bisnis perkantoran akan memerlukan serangkaian langkah yang mesti dijalankan dengan konsisten dan sungguh-sungguh. Dan tidak gratis selamanya, berhubung OS Linux untuk kalangan bisnis memang membutuhkan pengeluaran dana. Namun selain semakin kompetitifnya aplikasi OS-Linux dalam kriteria penggunaan untuk kalangan bisnis yakni: “cost, interoperability & functionality” , maka sekarang cobalah perhitungkan pula faktor yang semakin penting pada masa kini : “Green IT” !



dQ.taruna@gmail.com

No comments:

Post a Comment